Rabu, 24 Agustus 2011

Ciri Ciri dan Efek Narkoba


EFEK SAMPING & CIRI – CIRI PECANDU NARKOBA
Efek narkotika tergantung kepada dosis pemakaian, cara pemakaian, pemakaian sebelumnya dan harapan pengguna. Selain kegunaan medis untuk mengobati nyeri, batuk dan diare akut, narkotika menghasilkan perasaan “lebih membaik” yang dikenal dengan eforia dengan mengurangi tekanan psikis. Efek ini dapat mengakibatkan ketergantungan. tanda tanda fisik, dapat dilihat dari tanda – tanda fisik si pengguna, seperti :
1. mata merah
2. mulut kering
3. bibir bewarna kecoklatan
4. perilakunya tidak wajar
5. bicaranya kacau
6. daya ingatannya menurun
Ada pun tanda – tanda dini anak yang telah menggunakan narkotik dapat dilihat dari beberapa hal antara lain :
1. anak menjadi pemurung dan penyendiri
2. wajah anak pucat dan kuyu
3. terdapat bau aneh yang tidak biasa di kamar anak
4. matanya berair dan tangannya gemetar
5. nafasnya tersengal dan susuh tidur
6. badannya lesu dan selalu gelisah
7. anak menjadi mudah tersinggung, marah, suka menantang orang tua
Lalu bagaimana mengetahui bahwa anggota keluarga jadi pecandu obat terlarang itu? Mardan Sadzali memberikan ciri-ciri yang mudah diketahui pada pecandu narkoba.
• Pecandu daun ganja : Cenderung lusuh, mata merah, kelopak mata mengattup terus, doyan makan karena perut merasa lapar terus dan suka tertawa jika terlibat pembicaraan lucu.
• Pecandu putauw : Sering menyendiri di tempat gelap sambil dengar musik, malas mandi karena kondisi badan selalu kedinginan, badan kurus, layu serta selalu apatis terhadap lawan jenis.
• Pecandu inex atau ekstasi : Suka keluar rumah, selalu riang jika mendengar musik house, wajah terlihat lelah, bibir suka pecah-pecah dan badan suka keringatan, sering minder setelah pengaruh inex hilang.
• Pecandu sabu-sabu : gampang gelisah dan serba salah melakukan apa saja, jarang mau menatap mata jika diajak bicara, mata sering jelalatan, karakternya dominan curiga, apalagi pada orang yang baru dikenal, badan berkeringat meski berada di dalam ruangan ber-AC, suka marah dan sensitive.

Akibat Merokok Berlebihan


Seperti yang telah di beritakan oleh pihak kesehatan minggu lalu di saat saya hendak menjenguk teman di Rumah Sakit, yakni tentang efek samping dari merokok. Merokok adalah bunuh diri yang terencana, mengapa slogan itu dapat terucap..?? brother’s and sister’s patut mengetahui bahwa merokok adalah salah satu aktifitas yang dapat merugikan kita terutama di bagian fisik dalam (organ tubuh). Mengapa demikian..?? coba kita telaah lagi secara detail karna secara tidak sadar kita menyedot asap dari tembakau tersebut setiap hari. Coba bayangkan jika kita berada di dalam sebuah rumah dengan keadaan terbakar, apa yang terjadi jika sampai asap dari bakaran rumah itu mulai menyeruak alur pernafasan kita..?? dan dapat dipastikan sesak yang nantinya akan kita rasakan. Kalau rokok kan tidak mas..??Yup pertanyaan yang cukup menarik. Memang betul sekali kalau asap rokok tidak sebesar dan sepekat asap dari kebakaran rumah dll. Akan tetapi awal dari masalah besar adalah dengan timbulnya ribuan masalah – masalah kecil yang akhirnya akan menjadi bom waktu di suatu saat.
Sama hal nya dengan asap rokok yang kita sedot setiap hari, awalnya hanya satu hingga 2 batang perhari. Akan tetapi jika sudah berkumpul dengan family(paman, dll) atau terlebih dengan sahabat dekat yang kebetulan mempunyai profesi yang sama yaitu perkokok aktif. Dipastikan kita akan sulit untuk menolak ajakan mereka untuk tidak menghisap lagi rokok ketiga dan seterusnya..
Saat ini perokok dibedakan menjadi 2 golongan, pertama adalah perokok aktif dan kedua adalah perokok pasif. Perokok Aktif adalah mereka yang terus – menerus merokok di lingkungan kerjanya(mungkin juga sering di luar jam kerjanya), dan perokok pasif atau yang biasa disebut dengan Secondhand smoke (SHS) or Environmental tobacco smoke (ETS) merupakan orang-orang yang terpaksa (berada di dekat perokok aktif) harus menghirup asap rokok yang di hembuskan oleh perokok aktif. Walaupun secara tidak langsung menghisap batang rokok, mereka tetap memiliki resiko yang tidak jauh beda dengan perokok aktif(bahkan bisa lebih fatal).
Rokok adalah segalanya, itu adalah kata – kata yang sering diucapkan oleh kebanyakan kaum Adam(terutama yang merokok), seperti contoh seorang mahasiswa di Universitas Swasta di Jember yang seharinya bisa menghabiskan 2-5 pack rokok. “Asalpun ada rokok meskipun tak makan nasi saya masih bisa bertahan selama beberapa hari” paparnya ketika bertemu denganku beberapa hari yang lalu.